Tentang kami
Kami membangun untuk dipakai, bukan untuk dipresentasikan
Athera Digital Solution membantu perusahaan menengah membereskan tulang punggung operasionalnya: ERP yang benar-benar mencerminkan proses bisnis, dasbor yang datanya bisa dipertanggungjawabkan, dan otomatisasi yang tidak menambah pekerjaan baru.
Kami mengerjakan keseluruhannya — dari pemetaan proses, pengembangan, sampai server dan email yang menopangnya. Sehingga tidak ada bagian yang saling menunggu, dan tidak ada yang menyalahkan pihak lain saat ada masalah.
Cara kerja kami punya satu kebiasaan yang jarang: setiap klaim teknis di situs ini punya pengukuran atau berkas di belakangnya, dan hal yang belum terbukti kami tulis sebagai belum terbukti. Itu standar yang sama yang kami pakai saat melaporkan status proyek Anda.
Prinsip
Empat kebiasaan yang menentukan hasilnya
01
Satu pihak, satu tanggung jawab
Aplikasi, data, dan infrastruktur ditangani tim yang sama, sehingga tidak ada celah antar vendor saat terjadi masalah.
02
Bertahap dan terukur
Setiap tahap menghasilkan sesuatu yang bisa dipakai, sehingga investasi Anda terlihat hasilnya sejak awal.
03
Dirawat, bukan ditinggalkan
Setelah go-live, sistem tetap dipantau, di-backup, dan disesuaikan mengikuti perubahan bisnis.
04
Terbukti, bukan diklaim
Backup yang belum pernah diuji pulih bukan backup, dan alarm yang belum pernah berbunyi bukan pemantauan. Keduanya kami uji sampai gagal dulu.
Bukti
Angka yang kami pakai untuk menilai diri sendiri
Diukur pada stack referensi ATHERA, bukan estimasi.
- ERP → gudang data
- 0,16 dtk
- Kolom terklasifikasi
- 698
- Uji data hijau
- 292
- Kebocoran antar klien
- 0
Teknologi
Yang kami pakai, dan yang kami rawat
Kami memilih teknologi yang bisa dirawat jangka panjang dan dokumentasinya terbuka — supaya Anda tidak terkunci pada satu pihak, termasuk pada kami.
- Odoo 19
- PostgreSQL 16
- Logical replication
- dbt
- Next.js
- TypeScript
- Docker
- Caddy
- Prometheus
- Grafana
- Loki
- Alertmanager
Sistem yang rapi dimulai dari satu percakapan
Tidak perlu menyiapkan dokumen apa pun. Cukup ceritakan apa yang paling sering membuat tim Anda kembali ke spreadsheet.